Minggu, 27 Juni 2010

Jelang Jerman vs Inggris


Jelang Jerman vs Inggris
Oezil Pilih Tepikan Masa Lalu
Narayana Mahendra Prastya - Piala Dunia

Getty Images

Bloemfontein - Mesut Oezil memahami bahwa faktor masa lalu membuat Inggris kontra Jerman menjadi partai penuh gengsi. Namun gelandang Jerman itu mengaku masa lalu kurang relevan untuk dibicarakan saat ini.

Jerman kontra Inggris. Kedua negara ini merupakan salah satu kekuatan tradisional di Eropa. Pertemuan antara Der Panzer kontra The Three Lions selalu menghadirkan nuansa tersendiri.

Ini tak lepas dari masa lalu di antara kedua negara, baik itu di aspek politik menyangkut Perang Dunia atau pun di lapangan hijau.

Inggris pernah mengalahkan Jerman di final Piala Dunia 1966 dengan gol kontroversial Geoff Hurst. Jerman melakukan pembalasan manis dengan menyingkirkan Inggris di semifinal Piala Eropa 1996 yang berlangsung di Negeri Ratu Elizabeth itu. Dua duel tersebut adalah sebagian contoh dari pertemuan klasik di antara kedua negara tersebut.

Malam nanti Inggris dan Jerman kembali bertarung memperebutkan tiket perempatfinal Piala Dunia 2010. Salah satu pemain yang bakal menjadi pusat perhatian adalah Mesut Oezil. Sejauh ini gelandang muda Jerman tersebut tampil bagus.

Apa tanggapan pria berdarah Turki itu menjelang laga sarat gengsi ini? "Jelas saya tahu tentang rivalitas kedua kubu, namun saya mungkin masih terlalu muda untuk memahami semuanya," kata dia di Soccernet.

"Meski begitu hal tersebut tidak akan membuat saya mengurangi determintasi untuk menang. Saya bermain dengan penuh kebebasan dan menikmati permainan. Tidak ada tekanan besar kecuali Anda menciptakan tekanan itu sendiri. Selain itu saya memiliki mentalitas Jerman dan saya benci kalah," tegas dia.

Oezil sendiri tidak terlalu peduli dengan hasil-hasil di masa lalu yang pernah diukir dari laga Inggris kontra Jerman. "Yang menjadi kunci adalah bagaimana kita tampil sepanjang 90 menit. Tak peduli bagaimana hasil yang didapat Jerman di turnamen yang sudah lewat, atau hasil-hasil pertandingan lampau melawan Inggris."

Sejauh ini St. George Cross menunjukkan start yang kurang mantap di Afrika Selatan. Meski begitu Oezil tetap memasang kewaspadaan tinggi terhadap anak buah Fabio Capello.

"Inggris menunjukkan awal yang sedikit berbeda. Beberapa tim memang memiliki kebiasaan start lambat namun kepercayaan diri mereka terus muncul ketika turnamen berjalan," pungkas dia.

(nar/nar)



Dapatkan info Bola harian dari HP-mu. ketik REG DB kirim ke 3845. cuma Rp.2000/minggu (khusus pelanggan Telkomsel)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar