Jumat, 29 Oktober 2010

Despololita, Keberanian Adesagie Untuk Tampil Beda

Webe bekrit - Adesagi Kierana untuk pertama kalinya menampilkan koleksi di atas runway IPMI trend show. Ia pun berani tampil beda dari desainer lain.

'Despololita' adalah tema yang diambil Adesagi untuk koleksinya kali ini. Sesuai dengan tema, Adesagi menampilkan aneka dress bergaya girly khas wanita Jepang.

Potongan rok clock, lipit dan dan tulip dress mendominasi koleksi Adesagi. Warna-warna neon menjadi ciri khas koleksi Adesagi. Baginya tak ada kata 'salah kostum'. Setiap orang berhak menentukan gayanya sendiri, termasuk melakukan padupadan gaya yang berani.

"Saya ingin melihat para wanita berani tampil. Jangan takut 'salah kostum," ujarnya

Karya Adesagi memang sedikit berbeda dengan para desainer IPMI yang lain. Desainer yang lebih senior seperti Carmanita, Tuty Cholid, Priyo Oktaviano, dan Era soekamto membuat koleksinya dengan kain tenun atau batik khas Indonesia. Walau begitu, Adesagi tetap tak mau disebut meninggalkan budaya Indonesia.

"Saya memang tak memakai kain khas Indonesia, tapi kalau dilihat lebih detil koleksi saya, ada bordir-bordir bunga. Bordir itu dilakukan oleh para pengrajin Indonesia asli. Saya mau hasil karya anak bangsa juga bisa dinikmati oleh masyarakat dunia," ujarnya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar